Selasa, 14 Februari 2012

Pengertian dan Pentingnya Amal Saleh

Secara bahasa "amal" berasal dari bahasa Arab yang berarti perbuatan atau tindakan, sedangkan saleh berarti yang baik atau yang patut. Menurut istilah, amal saleh ialah perbuatan baik yang memberikan manfaat kepada pelakunya di dunia dan balasan pahala yang berlipat di akhirat. Islam memandang bahwa amal saleh merupakan manifestasi keimanan kepada Allah SWT. Islam bukan sekadar keyakinan, melainkan amalan saleh yang mengejawantahkan keyakinan tersebut. Amal saleh menegaskan prinsip-prinsip keimanan dalam serangkaian aturan-aturan Allah SWT.
Sedangkan amal saleh yang tanpa keimanan akan menjadi perbuatan yang tidak ada nilainya di hadapan Allah. Sebagai contoh orang yang dalam kesehariannya suka memberi bantuan kepada siapa saja yang membutuhkan tetapi tidak dilandasi dengan keimanan kepada Allah, maka perbuatan tersebut tidak mendapat nilai atau balasan dari Allah.

Syarat sahnya sebuah perbuatan kebaikan seseorang antara lain :

 a. Amal saleh harus dilandasi niat karena Allah semata
 b. Amal saleh hendaknya dikerjakan sesuai dengan Qur'an dan Hadits
 c. Amal saleh juga harus dilakukan dengan mengetahui ilmunya

Oleh karenanya sebagai seorang hamba Allah kita dalam berbuat kebaikan harus disertai dengan niat yang ikhlas karena Allah semata, sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Hadits dan tahu ilmunya sehingga dapat mendatangkan kebaikan bagi si pelaku.
Al-Qur'an menyebutkan ungkapan "amal saleh" pada dua tempat, yaitu Q.S. Al-Fatir 5:10
dan Q.S. Attaubah: 120. Ayat pertama mengungkapkan: "Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amalan kebajikan Dia akan mengangkatnya. ( Q.S. Fatir:10 ).
Sedangkan, ayat kedua menjelaskan tentang semua tindakan dalam jihad di jalan Allah sebagaimana amal saleh. Adapun ayat yang menjelaskan tentang amal yang tidak saleh (amal gair shalih) dikaitkan dengan pembangkangan kan'an terhadap seruan ayahnya, Nabi Nuh AS (Q.S. Hud:46).

Al-Qur'an menghubungkan kata"amanu" (mereka beriman) dan "amilus-shalihat" (mereka beramal saleh) dengan kata sambung "wa" (dan) pada 50 ayat Al-Qur'an, antara lain: Q.S. Al-Baqarah: 25,28,82,277, Ali 'Imron: 57,122,173, At-Tin:6, Al-Bayyinah: 7, dan Al-'Ashr: 3. Dalam 10 ayat yang lainnya, yaitu: An-Nisa': 124, Hud: 11, Al-Isra': 9, Al-Kafh 18: 2,46, Maryam: 76, Taha: 75,122, Al-Anbiya': 49, An-Nur: 55, Al-Qur'an juga menyebutkan kata "as-salehat" tetapi tidak menghubungkannya secara langsung dengan "amanu".

Dari apa yang ditemukan pada ayat-ayat Al-Qur'an diatas, dapat disimpulkan bahwa amal saleh merupakan wujud dari keimanan seseorang. Artinya, orang yang beriman kepada Allah SWT harus menampakkan keimanannyadalam bentuk amal saleh. Iman dan Amal Saleh ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Mereka bersatu padu dalam suatu bentuk yang menyebabkan ia disebut mata uang. Iman tanpa Amal Saleh juga dapat diibaratkan pohon tanpa buah.

Dengan demikian, seorang yang mengaku beriman harus menjalankan amalan keislaman, begitu pula orang yang mengaku islam harus menyatakan keislamannya. Iman dan Islam seperti bangunan yang kokoh di dalam jiwa karena diwujudkan dalam bentuk amal saleh yang menunjukkan nilai-nilai keislaman.

Dalam bentuk ayat tersebut, Allah SWT menjanjikan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh memperoleh surga na'im (sarat nikmat), maghfirah (ampunan Allah), dan pahala yang besar (arjun azhim). Selain itu, Amal saleh merupakan kunci keberuntungan bagi manusia.





 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar